Surprise Me!

Apa Itu Culling Game di Jujutsu Kaisen? Aturan, Tujuan, dan Pemainnya

Yuji Itadori dan Megumi Fushiguro memasuki koloni Culling Game di Jujutsu Kaisen.

Culling Game di Jujutsu Kaisen adalah ritual besar berbentuk permainan mematikan yang dirancang oleh Kenjaku. Dalam bahasa Jepang, permainan ini disebut Shimetsu Kaiyū. Para peserta ditempatkan dalam beberapa koloni dan harus mengumpulkan poin dengan mengalahkan pemain lain.

Namun, Culling Game bukan turnamen biasa untuk menentukan penyihir terkuat. Permainan ini menjadi bagian dari rencana Kenjaku untuk memaksa perkembangan energi kutukan di Jepang dan membawa manusia menuju bentuk yang tidak dapat diprediksi.

Peringatan spoiler: Artikel ini membahas kejadian setelah Shibuya Incident serta perkembangan Culling Game yang sudah ditampilkan dalam anime hingga episode 59.

Apa Itu Culling Game di Jujutsu Kaisen?

Culling Game adalah ritual berskala nasional yang menghubungkan sejumlah penghalang atau koloni di berbagai wilayah Jepang. Permainan ini dimulai setelah Kenjaku membangkitkan teknik kutukan pada manusia yang sebelumnya tidak menyadari kekuatannya.

Kenjaku juga membuat para penyihir dari masa lalu kembali hidup melalui wadah manusia. Kedua kelompok tersebut kemudian dipaksa mengikuti permainan dengan aturan yang sangat ketat.

Peserta Culling Game disebut player atau pemain. Mereka dapat memperoleh poin dengan membunuh pemain lain, tetapi poin tersebut juga bisa digunakan untuk menambahkan aturan baru ke dalam permainan.

Siapa yang Menciptakan Culling Game?

Culling Game diciptakan dan dipersiapkan oleh Kenjaku. Ia merupakan penyihir kuno yang mampu memindahkan otaknya ke tubuh orang lain dan menggunakan tubuh tersebut sebagai wadah.

Dalam cerita utama, Kenjaku mengendalikan tubuh Suguru Geto. Hal ini membuat penampilannya sangat mirip dengan Geto, tetapi kepribadian, tujuan, dan identitas di balik tubuh tersebut benar-benar berbeda.

Kenjaku telah merencanakan eksperimen mengenai energi kutukan selama waktu yang sangat panjang. Shibuya Incident menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan keadaan yang diperlukan bagi dimulainya Culling Game.

Apa Tujuan Culling Game?

Tujuan sebenarnya dari Culling Game adalah mengumpulkan dan mengarahkan energi kutukan dalam skala besar. Permainan ini menciptakan pertarungan antarpeserta di berbagai koloni, sehingga menghasilkan perubahan besar pada para penyihir dan lingkungan di sekitarnya.

Kenjaku ingin mendorong evolusi manusia melalui energi kutukan. Ia tidak sepenuhnya mengetahui bentuk akhir yang akan tercipta. Justru, ketidakpastian hasil eksperimen tersebut menjadi bagian yang menarik baginya.

Rencana itu juga mempunyai hubungan penting dengan Master Tengen. Penghalang milik Tengen merupakan bagian mendasar dari dunia jujutsu di Jepang, sehingga keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari skala ritual yang dibangun Kenjaku.

Dengan kata lain, pertarungan para pemain bukan tujuan akhirnya. Semua konflik di dalam koloni berfungsi sebagai mekanisme untuk menjalankan ritual yang jauh lebih besar.

Bagaimana Cara Kerja Koloni Culling Game?

Culling Game berlangsung di sejumlah koloni yang dipisahkan oleh penghalang. Setiap koloni menjadi arena bagi pemain yang telah bergabung dengan permainan.

Ketika seseorang yang bukan pemain memasuki penghalang, orang tersebut dianggap menyatakan keikutsertaannya. Setelah berada di dalam koloni, pemain dapat dipindahkan ke lokasi tertentu dan terpisah dari rekan yang masuk bersamanya.

Inilah yang terjadi kepada Yuji Itadori dan Megumi Fushiguro ketika memasuki Tokyo No. 1 Colony. Keduanya tidak mendarat di tempat yang sama dan harus menjalankan misi masing-masing.

Apa itu Kogane?

Kogane adalah shikigami kecil yang berfungsi seperti antarmuka permainan. Ia menyampaikan informasi mengenai aturan, poin, pemain, dan perubahan yang terjadi dalam Culling Game.

Setiap pemain mempunyai Kogane yang dapat memberikan informasi dasar. Walau bentuknya terlihat sederhana, Kogane terhubung langsung dengan sistem permainan yang dibangun di dalam penghalang.

Daftar Aturan Culling Game

Situs resmi anime Jujutsu Kaisen mencantumkan sepuluh aturan Culling Game. Delapan aturan pertama merupakan aturan dasar, sedangkan aturan berikutnya ditambahkan melalui penggunaan poin.

No. Aturan
1 Pemain yang teknik kutukannya dibangkitkan harus menyatakan keikutsertaan di koloni pilihan dalam waktu 19 hari.
2 Pemain yang melanggar aturan pertama akan kehilangan teknik kutukannya.
3 Orang yang bukan pemain akan dianggap bergabung setelah memasuki penghalang koloni.
4 Pemain memperoleh poin dengan mengakhiri nyawa pemain lain.
5 Secara umum, penyihir bernilai lima poin dan orang nonpenyihir bernilai satu poin.
6 Pemain dapat menggunakan 100 poin, selain nilai dirinya sendiri, untuk mengajukan satu aturan baru.
7 Game Master harus menerima aturan baru selama aturan tersebut tidak mengganggu keberlangsungan permainan secara serius.
8 Pemain yang tidak mengalami perubahan poin selama 19 hari akan kehilangan teknik kutukannya.
9 Pemain dapat melihat nama, poin, jumlah aturan yang ditambahkan, dan lokasi koloni pemain lain.
10 Pemain dapat memindahkan sejumlah poin kepada pemain lain.

Aturan kesembilan ditambahkan menggunakan poin milik Hajime Kashimo. Sementara itu, aturan kesepuluh ditambahkan oleh Hiromi Higuruma setelah pertemuannya dengan Yuji.

Bagaimana Sistem Poin Culling Game Bekerja?

Poin menjadi alat utama yang menggerakkan Culling Game. Seorang penyihir pada umumnya bernilai lima poin, sedangkan orang yang tidak memiliki kemampuan jujutsu bernilai satu poin.

Peserta yang berhasil mengumpulkan 100 poin dapat mengusulkan aturan baru kepada Game Master. Kemampuan mengubah aturan ini menjadi jalan yang ingin digunakan kelompok Yuji untuk menyelamatkan pemain tanpa harus mengikuti tujuan Kenjaku.

Aturan pemindahan poin sangat penting karena pemain tidak lagi harus terus membunuh agar poinnya berubah. Dengan memberikan atau menerima poin sebelum batas 19 hari, mereka mempunyai kemungkinan untuk menghindari hukuman akibat tidak adanya perubahan skor.

Mengapa Yuji dan Megumi Mengikuti Culling Game?

Yuji dan Megumi tidak bergabung karena tertarik memenangkan permainan. Mereka memasuki koloni untuk menggagalkan rencana Kenjaku, melindungi korban, dan mencari cara mengubah peraturan.

Megumi juga mempunyai alasan pribadi. Kakaknya, Tsumiki Fushiguro, menjadi salah satu orang yang terseret ke dalam Culling Game setelah Kenjaku mengaktifkan teknik kutukan para calon pemain.

Kelompok tersebut kemudian membagi tugas. Yuji dan Megumi memasuki Tokyo No. 1 Colony, sedangkan Yuta Okkotsu bergerak di Sendai Colony. Kinji Hakari dan Panda menuju Tokyo No. 2 Colony, sementara Maki Zenin menjalankan persiapan lain yang dibutuhkan kelompok.

Misi awal kelompok Yuji

Setelah memperoleh penjelasan dari Master Tengen, mereka menyusun beberapa sasaran utama. Salah satunya adalah mendapatkan poin yang cukup untuk menambahkan aturan yang dapat membantu pemain keluar dari situasi berbahaya.

Mereka juga mencari Hana Kurusu, seorang pemain yang berhubungan dengan sosok bernama Angel. Teknik milik Angel dipercaya mempunyai kemampuan yang diperlukan untuk membantu membuka segel Prison Realm tempat Satoru Gojo dikurung.

Siapa Pemain Penting dalam Culling Game?

Culling Game mempertemukan penyihir modern, penyihir dari masa lalu, dan manusia yang baru memperoleh teknik kutukan. Perbedaan latar belakang tersebut membuat kemampuan setiap pemain sulit diprediksi.

Yuji Itadori

Yuji memasuki Tokyo No. 1 Colony untuk mendapatkan kerja sama Hiromi Higuruma. Pertemuannya dengan Higuruma memaksa Yuji menghadapi kembali rasa bersalah atas kehancuran yang terjadi di Shibuya.

Megumi Fushiguro

Megumi berusaha menyelamatkan Tsumiki sekaligus mengumpulkan poin. Ia harus menghadapi tipu daya pemain lain dan menggunakan kecerdikannya ketika bertarung melawan Reggie Star.

Yuta Okkotsu

Yuta memasuki Sendai Colony, salah satu wilayah dengan persaingan paling berbahaya. Di sana terdapat beberapa pemain kuat yang mempertahankan keseimbangan melalui kebuntuan pertarungan.

Hiromi Higuruma

Higuruma adalah mantan pengacara yang memperoleh teknik kutukan setelah rencana Kenjaku dijalankan. Domain miliknya menggunakan proses persidangan untuk mengadili target berdasarkan tindakan masa lalu.

Penjelasan mengenai konsep wilayah seperti milik Higuruma dapat dibaca melalui artikel cara kerja Domain Expansion di Jujutsu Kaisen.

Hajime Kashimo

Kashimo merupakan penyihir dari masa lalu yang kembali melalui sebuah wadah. Ia mengumpulkan banyak poin dan mencari kesempatan untuk bertarung melawan Sukuna.

Kinji Hakari

Hakari adalah siswa tingkat tiga Jujutsu High yang sedang menjalani skorsing. Yuji dan Megumi berusaha merekrutnya karena kekuatannya dapat menjadi bantuan besar dalam Culling Game.

Apakah Culling Game Sama dengan Shibuya Incident?

Tidak. Shibuya Incident dan Culling Game adalah dua arc berbeda, tetapi keduanya saling berhubungan langsung.

Shibuya Incident menghancurkan keseimbangan dunia jujutsu, menyebabkan banyak korban, dan berakhir dengan penyegelan Gojo. Culling Game menjadi tahap berikutnya dari rencana Kenjaku setelah keadaan Jepang berhasil dibuat kacau.

Karena hubungannya sangat erat, penonton sebaiknya tidak melewati Shibuya Incident. Kamu dapat memeriksa urutan nonton Jujutsu Kaisen yang benar sebelum melanjutkan ke Culling Game.

Apakah Culling Game Sudah Selesai di Anime?

Berdasarkan daftar episode resmi, anime Jujutsu Kaisen telah menampilkan Culling Game hingga episode 59 yang berjudul “Sendai Colony”. Episode tersebut berfokus pada pertarungan Yuta Okkotsu di koloni Sendai.

Namun, Culling Game merupakan arc panjang dengan banyak koloni dan pemain. Karena itu, tidak seluruh konflik besarnya dapat dianggap selesai hanya berdasarkan pertarungan yang sudah ditampilkan hingga episode tersebut.

Pembaca dapat memeriksa jadwal rilis anime terbaru untuk melihat pembaruan episode berikutnya atau menjelajahi daftar series AnimeKu.

FAQ tentang Culling Game

Apa arti Culling Game?

Culling Game dapat dipahami sebagai permainan eliminasi. Dalam versi Jepang, ritual ini disebut Shimetsu Kaiyū.

Siapa Game Master Culling Game?

Game Master merupakan bagian dari sistem penghalang Culling Game dan tidak sesederhana satu orang yang berdiri sebagai wasit. Kenjaku adalah perancang ritual tersebut, tetapi mekanismenya dijalankan melalui sistem yang sudah dibentuk.

Apakah peserta bisa keluar dari Culling Game?

Pada awal permainan, aturan dasarnya tidak menyediakan cara sederhana bagi pemain untuk keluar. Karena itulah kelompok Yuji berusaha mengumpulkan poin dan menambahkan aturan baru.

Mengapa Gojo tidak menghentikan Culling Game?

Satoru Gojo masih tersegel di dalam Prison Realm ketika permainan dimulai. Salah satu misi kelompok Yuji adalah menemukan cara untuk membebaskannya.

Siapa pemain dengan poin terbanyak?

Jumlah poin dapat berubah sepanjang permainan. Hajime Kashimo, Hiromi Higuruma, dan beberapa pemain di Sendai Colony termasuk peserta dengan perolehan poin besar pada tahap awal.

Apakah Culling Game adalah Season 3 Jujutsu Kaisen?

Ya. Musim ketiga anime Jujutsu Kaisen mengadaptasi bagian awal Culling Game setelah kejadian Shibuya Incident.

Kesimpulan

Culling Game adalah ritual permainan mematikan ciptaan Kenjaku yang mempertemukan penyihir modern, penyihir masa lalu, dan manusia dengan teknik yang baru dibangkitkan. Para pemain memperoleh poin melalui pertarungan dan dapat menggunakan 100 poin untuk mengajukan aturan baru.

Di balik sistem poin dan koloni, tujuan sebenarnya berkaitan dengan eksperimen Kenjaku terhadap energi kutukan dan evolusi manusia. Yuji, Megumi, Yuta, Hakari, Maki, dan rekan-rekannya harus menggunakan aturan permainan itu sendiri untuk menggagalkan rencana tersebut.

Recommendations

Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *